Home / Mortgage / Industri Hipotek Indonesia: Tren, Tantangan, dan Peluang

Industri Hipotek Indonesia: Tren, Tantangan, dan Peluang

Indonesia's mortgage landscape is undergoing significant transformation, driven by government initiatives, evolving market dynamics, and increasing demand for affordable housing

Meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di 5,75 persen, cicilan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) cenderung meningkat akibat pengetatan likuiditas perbankan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR pada Februari 2025 mencapai rata-rata 9,09 persen, naik dibanding Februari 2024 yang sebesar 8,98 persen.

Pengamat perbankan Paul Sutaryono menyatakan bahwa kenaikan cicilan terutama terjadi pada KPR dengan suku bunga mengambang (floating rate). Ia menyarankan calon debitur memilih KPR dengan suku bunga tetap dan tenor lebih panjang agar cicilan lebih ringan. Selain itu, membayar uang muka (DP) lebih tinggi juga dapat menekan beban bulanan.

Pertumbuhan kredit KPR pada Februari 2025 mencapai 10,69 persen secara tahunan, meski melambat dari periode sebelumnya. KPR tetap menjadi salah satu porsi terbesar kredit rumah tangga, mencapai 42,98 persen dari total kredit.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan