Meski menunjukkan tanda-tanda kekuatan ekonomi, pasar saham Indonesia tertekan oleh ketidakpastian kebijakan. Dalam aksi jual baru-baru ini, IHSG anjlok hampir 4%, memicu penghentian perdagangan sementara.
Pelaku pasar semakin khawatir tentang kebijakan fiskal populis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta potensi risiko keberlanjutan utang jangka panjang. Rumor mengenai kemungkinan pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati — meski telah dibantah — turut menambah ketidakpastian. Menteri menegaskan kembali komitmennya terhadap disiplin fiskal, termasuk menjaga defisit anggaran di angka 2,53% dari PDB.
Faktor lain yang menekan pasar adalah risiko nilai tukar: pelemahan rupiah memicu kekhawatiran lebih lanjut, dan beberapa analis menilai aksi jual ini merupakan sinyal masalah kebijakan yang lebih dalam.






